2016

Kamis, 24 November 2016

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN BUDAYA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk. Dan yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat bersosial. Jadi, hubungan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan. 
Di era modern ini kemajuan tekhnologi dan informasi sangat mempengaruhi pada kehidupan sosial masyarakat. Kemajuan tekhnologi dan informasi juga mempengaruhi aspek-aspek kehidupan dan berdampak pada penduduk, masyarakat dan kebudayaan.
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya.

1.2   Rumusan Masalah
Mengulas tentang Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
1.       Pengertian penduduk
2.      Pengertian masyarakat
3.      Pengertian kebudayaan

1.3   Tujuan Permasalahan
1.       Mengetahui pengertian Penduduk
2.      Mengetahui pengertian masyarakat
3.      Mengatahui pengertian kebudayaan

1.4   TUJUAN
1.           Agar lebih mengetahui definisi pengertian Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan
2.          Agar dapat mempertahankan kebudaya nasional indonesia agar tidak direbut bangsa lain

3.          Makalah ini ditulis untuk memenuhi  salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan tugas Ilmu Sosial Dasar.



BAB II
PEMBAHASAN

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan adalah tiga hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Salah satunya sangat berkaitan dan tidak dapat  dipisahkan satu sama lain karena dapat saling menentukan. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula dan kemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat dari akibat perkumpulan penduduk tersebut. Begitu pula dengan Kebudayaan yang terlahir, tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Menurut Selo Soemarjidan mengatakan bahwa Masyarakat adalah Orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Jadi hubungan antara Penduduk, Masyarakat dan Budaya merupakan hubungan yang saling menentukan.

Dalam Sosiologi penduduk adalah perkumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk dapat didefinisikan menjadi dua yaitu Orang yang tinggal di daerah tersebut dan Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah  tersebut. Maksudnya dapat di katakan penduduk suatu daerah tersebut bila memiliki surat resmi untuk tinggal di tempat tersebut misalknya memiliki sebuah KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk menjadi Penduduk resmi Negara Indonesia.

PENDUDUK



Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk suatu negara ataudaerahbisa didefinisikan menjadi dua:

Ø  Orang yang tinggal di daerah tersebut
Ø  Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.Pertambahan Penduduk di Indonesia Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar, dimana di antara jumlah tersebut, 80 persen tinggal di negara-negara berkembang. 

Sementara itu, United Nations (2001) memproyeksikan bahwa penduduk perkotaan di negara-negara berkembang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 2,4 persen per tahun. Angka ini merupakan dua kali lipat angka pertumbuhan penduduk total negara-negara berkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2 persen. Meski penduduk perkotaan di negara-negara maju juga meningkat dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhan penduduk totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besar daripada negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di negara-negara berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut. Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah penduduk. Mengikuti kecenderungan tersebut, dewasa ini (2005) diperkirakan bahwa jumlah penduduk perkotaan telah melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir setengah jumlah penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Hal ini tentu saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah perkotaan. Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan dapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dari perdesaan ke perkotaan, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi. Secara demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan.



pertambahan penduduk alamiah, yaitu jumlah orang yang lahir dikurangi jumlah yang meninggal, migrasi penduduk khususnya dariwilayah perdesaan (rural) ke wilayah perkotaan (urban); serta reklasifikasi, yaitu perubahan status suatu desa (lokalitas), dari lokalitasrural menjadi lokalitas urban, sesuai dengan kriteria yang ditetapkandalam Sensus oleh Badan Pusat Statistik. Pertambahan penduduk alamiah berkontribusi sekitar sepertiga bagian sedangkan migrasi dan reklasifikasi memberikan andil dua pertiga kepada kenaikan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya masih merupakan faktor  utama dalam penduduk perkotaan di Indonesia. Kegiatan industri dan jasa di kota-kota tersebut yang semakinberorientasi pada perekonomian global, telah mendorong perkembangan fisik dan sosial ekonomi kota, namun semakin memperlemah keterkaitannya dengan ekonomi lokal, khususnya ekonomi perdesaan karena upah di pedasaan lebih kecil dari upah di perkotaan. Dampak yang paling nyata hanyalah meningkatnya permintaan tenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu laju pergerakan penduduk dari desa ke kota dan makin mempersulit lowongan pekerjaan karena banyak persaingan orang yang dari desa ke ke kota untuk mencari kerja.

MASYARAKAT



Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" juga berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya,pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, yaitu :
Ø  masyarakat band,
Ø  suku, chiefdom,
Ø  dan masyarakat negara.

KEBUDAYAAN



Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, pengertian kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
Dan pengertian kebudayaan sendiri sangat luas sampai settiap orang menilai kebuadayaaan menurut pemikiran dia sendiri .

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan 
Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. 

Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.



BAB III
 PENUTUP

KESIMPULAN

Individu adalah kesatuan utuh antara jasmani dan rohani. Setiap individu mempunyai ciri khas dan kebutuhan yang tersendiri. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, setiap individu membutuhkan individu lain. Karena itulah individu selalu hidup berkelompok membentuk masyarakat.

Masyarakat adalah sejumlah orang yang hidup dalam suatu daerah saling berhubungan dan terikat satu sama lain sehingga memiliki rasa solidaritas dan menghasilkan kebudayaan.

Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran dan kedudukan yang berbeda. Setiap individu diharapkan dapat berperan sesuai dengan kedudukannya sehingga tercipta ketertiban,kenyamanan,kesetabilan hidup bermasyarakat,yang akhirnya tujuan bersama dapat tercapai.


Senin, 24 Oktober 2016

Ilmu Sosial Dasar sebagai Mata Kuliah Dasar Umum


ISD SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR

1. PENDAHULUAN

Pendidikan tinggi diharapakan dapat mengghasilkan sarjana sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas :

  • ·         Kemampuan akademik
  • ·         Kemampuan profesi
  • ·         Kemampuan pribadi  


Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki tersebut diatas lulusan perguruan negeri tinggi diharapkan menjadi sarjana yang sujana yaitu sarjana yang cakap dan ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya kepada masyarakat indonesia.
                   
Pencapaian kemampuan akademik dan kemampuan profesi telah diusahakan dalam mata kuliah keahlian (MKK), yaitu mata kuliah menurut bidang ilmu pengetahuan masing-masing yang diberikan di perguruan tinggi, disamping kegiatan kokurikuler yang menunjang kegiatan kurikuler. Kedua kemampuan tersebut bertujuan untuk memberikan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat.

Adapun kemampuan pribadi, diharapkan untuk dapat dicapai melalui sekelompok mata kuliah yang tergabung dalam mata kuliah dasar umum (MKDU) yang terdiri atas mata kuliah :
  •          Pancasila
  •         Agama
  •         Kewiraan
  •          Pendidikan Sejarah Perjuangan  Bangsa
  •          Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
  •          Ilmu Sosial Dasar
  •          Ilmu budaya dasar

Secara spesifik kemmampuan pribadi yang hendak dicapai melalu MKDU bertujuan menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
  • Taqwa kepada tuhan yang maha esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan saling bertoleransi antar umat beragama.
  •  Berjiwa pancasila, sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan norma-norma pada pancasila.  Mempunyai wawasan tentang sejarah bangsa, sehingga segala tindakannya memiliki semangat berkebangsaan, cinta tanah air, dan bersifat nasionalisme.
  • Memeiliki wawasan dan kemampuan dalam menanggapi permasalahan kehidupan, baik dalam permasalahan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan agama
  • Memiliki wawasan tentang kehidupan bermasyakat dan saling bergotong royong dalam lingkungan masyarakat


Tema pokok perkuliahan ISD sebagai bagian dari MKDU adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan. Hubungan tersebut dapat mewujudkan adanya kenyataan dan masalah sosial yang menjadi pusat perhatian dari Imu Sosial Dasar yang dipelajari menggunakan pendekatan berbagai disipin (Interdisiplin atau Multidisipllin) dengan memanfaatkan pengertian-pengertian yang berasal dari sejarah, ekonomi, sosial, budaya, geografi, sosialogi, antropologi, dan psikologi sosial.


2.  PENGERTIAN , TUJUAN , ISD & IPS

Ø PENGERTIAN

Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang dianggap sebagai induk dalam ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 yaitu :

  •  Natural Sciences(Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi : Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi, dll.
  • Sosial Sciences(Ilmu-ilmu Sosial), meliputi : Sosiologi, Politik, Ekonomi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dll.
  • Humanities(Ilmu-ilmu Budaya), meliputi : Bahasa, Agama, Kesustraan, Kesenian, dll.

Menurut pembagian ilmu diatas, maka ilmu sosial dasar dan ilmu budaya dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.

  • Ilmu Sosial Dasar adalah pegetahuan yang menganalisis masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan fakta, konsep, dan teori yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu sosial seperti : Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi, dan Psikologi.
  • Ilmu Sosial Dasar bukan gabungan dari berbagai ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing ilmu memiliki objek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
  • Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu.
  • Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang diberikan di perguruan tinggi di Indonesia. Intinya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha  untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, serta lebih peka terhadap masalah-masalah sosial yang dihadapinya.


Ø TUJUAN

Sebagai salah satu dari mata kuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :

  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan dan masalah sosial yang ada di dalam masyarakat
  • Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap dalam usaha untuk menanggulanginya
  • Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat diatasi dengan cara mempelajarinya secara kritis
  • Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka menanggulangi masalah sosial yang timbul di masyarakat



3.  ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya adalah :

·        Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran
·        Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
·        Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah dan kenyataan sosial

Adapun perbedaan keduanya adalah :

  • Ilmu Sosial Dasar diberikan di perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
  • Ilmu Sosial merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
  • Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual



4.  RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR

Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat mengidentifikasi masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

·        Kenyataan sosial dalam masyarakat yang merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan tersebut sering ditanggapi dengan berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam ilmu sosial dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.

·        Konsep-konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial. Sebagai contoh dari konsep dasar seperti itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan konsep “kesatuan sosial”. Menurut kedua konsep tersebut, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :

a)   Persamaan dan perbedaan pola pikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan
b)   Persamaan dan perbedaan kepentingan

Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan sering timbulnya pertentangan/konflik, kerja-sama, kesetiakawanan antar individu dan golongan

·        Masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial antara satu dengan lainnya saling berkaitan. Berdasarkan bahan kajian tersebut, dapat dijelaskan lebih lanjut kedalam pokok bahasan dan sub-pokok bahasan, untuk dapat dilaksanakan. Menurut pendapat para ahli dalam bidangnya telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan ilmu sosial dasar mempelajari dan memahami adanya :

a)   Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan
b)   Masalah keluarga, individu, dan masyarakat
c)   Masalah pemuda dan sosialisasi
d)   Masalah hubungan antara negara dan warga negara
e)   Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
f)    Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan
g)   Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi

h)   Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagis kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.