PROFESI SISTEM INFORMASI DAN TREND SISTEM INFORMASI SAAT INI
PROFESI SISTEM
INFORMASI
PENGERTIAN PROFESIONALISME
PENGERTIAN PROFESIONALISME
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan,
kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya
terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal
daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme
adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional
(Longman, 1987).
CIRI-CIRI PROFESIONALISME
Seseorang
yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk
mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh
ciri-ciri sebagai berikut:
Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu
berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan
mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut.
Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang
dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya
keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui
perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai
cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh
badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
3. Keinginan untuk
sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan
dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4.
Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga
akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu
memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.
KODE ETIK PROFESIONAL

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan
diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada
anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu
dimata masyarakat.
Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode
etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh
karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan
kekuasaannya sendiri. Kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena
dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.
Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring
perkembangan zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang
bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang tidak dipaksakan
dari luar.
Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh
cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.
Setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara rapi,
lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga menarik perhatian dan
menyenangkan pembacanya. Semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik.
JENIS – JENIS PROFESI DI BIDANG SI

1. ANALIS SISTEM
Profesi yang bertugas menganalisa sistem
yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang
kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan
dikembangkan.
2. SYSTEM PROGRAMMER / SOFTWARE ENGINEER
Profesi yang bertugas mengimplementasikan
rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem
operasi) sesuai sistem yang sebelumnya dianalisa.
3. WEB DESIGNER
Profesi yang bertugas untuk melakukan
kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap
suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
4. WEB PROGRAMMER
Profesi yang bertugas mengimplementasikan
rancangan web designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang
telah dirancang sebelumnya.
5. SYSTEM ADMINISTRATOR
Profesi yang bertugas melakukan
administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
6. BUSSINESS ANALISYS
Profesi yang bertanggung jawab dalam
memahami kebutuhan bisnis dalam sebuah organisasi. Business analyst harus
mempunyai kemampuan dalam hal mencari sebuah isu penting dalam organisasi,
mencari kekuatan dan kelemahan organisasi dan saran perbaikannya, melihat dan
memperbaiki kebutuhan yang dibutuhkan, serta mampu mengindentifikasi sebuah
proses bisnis organisasi/perusahaan yang dibutuhkan.
7. APPLICATION DEVELOPER
Sebuah profesi yang bertanggung jawab untuk
pengembangan aplikasi bidang Sistem Informasi. Sekarang banyaknya perusahaan
yang sudah menggunakan teknologi dan informasi yang semakin canggih
sehingga perusahaan/organisasi
membutuhkan banyak sekali pegawai yang memiliki kemampuan dalam pengembangan
aplikasi.
8. DATABASE ADMINISTRATOR
Profesi ini yang bertanggung jawab dalam
pengelolaan data base yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan, mulai dari
proses implementasi data base, mengawasi kinerja database sampai dengan proses
pemulihan dan pengamanan data apabila dalam sistem mengalami sebuah gangguan.
Profesi ini merupakan profesi yang penting juga karena banyaknya organisasi
semua kegiatan proses bisnisnya tersimpan dalam database. Kemampuan yang harus
dimiliki oleh seorang database administrator harus mampu dalam penggunaan
aplikasi seperti Oracle, Microsoft SQL Server, dll.
9. DATABASE ANALYST
Profesi ini bertanggung jawab dalam
melakukan perancangan database. Profesi ini berfungsi untuk menjami bahwa
rancangan database yang dibuat sudah memenuhi dan sesuai kebutuhan dalam
organisasi/perusahaan.
10. AUDITOR SISTEM INFORMASI
Profesi yang bertanggung jawab dalam
melakukan audit terhadap proses teknologi informasi dan sistem informasi
organisasi. Profesi ini memastikan bahwa proses-proses TI dan SI organisasi
sudah mampu dalam mengamankan sumber daya TI, memelihara kebenaran data, dan
mampu menuju tujuan perusahaan secara efektif. Audit SI memberikan evaluasi
yang bersifat independen atas kebijakan, prosedur, standar, pengukuran, dan
praktik untuk menjaga/mencegah informasi elektronik dari kehilangan, kerusakan,
penelusuran yang tidak disengaja, dsb. Profesi ini saat ini menjadi salah satu
profesi yang menarik mengingat saat ini SI dan TI menjadi salah satu elemen
penting organisasi dan profesi ini masih terbilang cukup baru di Indonesia.
11. IS PROJECT MANAGER
Profesi yang bertanggung jawab untuk
memberikan laporan mengenai rencana dan program ada kepada user, manajer
tingkat atas dan kepada siapa saja yang memerlukan.
12. WEBMASTER
Profesi yang merupakan gabungan antara web
designer and web programmer, webmaster bertugas untuk memelihara aplikasi web
yang digunakan. Sebagai catatan tambahan, webmaster mungkin juga bertanggung
jawab untuk optimisasi mesin pencari ( SEO ), mengisi content pada website,
hingga ‘memasarkan’ website tersebut.
13. PROJECT LEADER
Profesi yang bertanggung jawab dalam
memimpin pengelolaan proyek teknologi informasi. Project leader harus memahami
karakteristik proyek yang dipimpinnya agar proyek tersebut bisa selesai tepat
waktu dan mencapai tujuan yang diinginkan. Profesi ini harus menguasai beberapa
bidang antara lain: arsitektur enterprise, strategi, manajemen dan akuisisi
Sistem Informasi, analisis dan perancangan sistem serta manajemen proyek teknologi
informasi.
14. ERP SPECIALIST
Merupakan profesi yang bertanggung jawab
dalam penyesuaian paket software ERP terhadap proses bisnis organisasi. Sebuah
software ERP yang sudah dibeli belum tentu sesuai denagn proses bisnis yang
berlaku. Perlu beberapa penyesuaian dan modifikasi dan konfigurasi dari paket
ERP tersebut agar bisa sesuai dengan proses bisnis organisasi. Profesi ini
banyak membutuhkan pengetahuan di bidang proses bisnis umum organisasi (SDM,
Pemasaran, Logistik, Accounting dan Financial) serta arsitektur enterprise.
15. E-BUSSINESS ANALYST
Merupakan profesi yang bertanggung jawab
dalam menganalisa dan merancang proses bisnis organisasi secara elektronis
dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan peningkatan efisiensi. Profesi
ini membutuhkan banyak pengetahuan dalam bidang arsitektur enterprise,
strategi, manajemen dan akuisisi Sistem Informasi, serta manajemen proyek
teknologi informasi.
16. WEB CONTENT SPECIALIST
Merupakan profesi yang bertanggung jawab
dalam mengembangkan dan mengelola isi dari sebuah web. Profesi ini membutuhkan
pengetahuan terkait analisis dan perancangan sistem, manajemen proyek teknologi
informasi, pengembangan aplikasi, perancangan interface, serta pencarian
informasi.
17. HELPDESK ANALYST
Profesi yang bertugas untuk me-’remote’
permasalahan troubleshoot melalui email / telephone dengan cara mengambil alih
kendali para pemakai via LAN/WAN koneksi, serta perencanaan, mengkoordinir dan
mendukung proses bisnis, sistem dan end-users dalam menyelesaikan masalah yang
mereka hadapi.
18. OPERATION MANAGER
Profesi ini bertugas untuk memastikan bahwa kegiatan operasional berjalan dengan baik. jika ada permasahan (misal: BTS mati) maka manager ini akan berkoordinasi dengan bagian lain untuk mengatasi masalah ini.
Profesi ini bertugas untuk memastikan bahwa kegiatan operasional berjalan dengan baik. jika ada permasahan (misal: BTS mati) maka manager ini akan berkoordinasi dengan bagian lain untuk mengatasi masalah ini.
STANDAR PROFESI DI INDONESIA

Saat ini Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat pesat.
Secara tidak langsung dinamika industri di bidang ini juga meningkat dan
menuntut para profesionalnya rutin dan berkesinambungan mengikuti aktifitas
menambah ketrampilan dan pengetahuan baru. Perkembangan industri TI ini
membutuhkan suatu formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan
profesi yang berkaitan dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatannya. Hal ini
menimbulkan kebutuhan untuk dibentuknya suatu standar profesi di bidang tersebut.
Para profesional TI, sudah sejak lama mengharapkan adanya suatu standar
kemampuan yang kontinyu dalam profesi tersebut.
Masih banyaknya pekerjaan yang belum adanya standardisasi
dan sertifikasi Profesi IT di indonesia, dikarenakan Standardisasi Profesi IT
yang diperlukan Indonesia adalah standar yang lengkap, dimana semua kemampuan
profesi IT di bidangnya harus di kuasai tanpa kecuali, profesi IT seseorang
mempunyai kemampuan, dan keahlian yang berbeda dengan bidang yang berbeda-beda,
tapi perusahaan membutuhkan sebuah Pekerja IT yang bisa di semua bidang, dapat
dilihat dari sebuh lowongan kerja yang mencari persyaratan dengan kriteria yang
lengkap yang dibutuhkan perusahaan.
Sertifikasi berbeda dengan ujian, lisensi ataupun
registrasi. Registrasi mungkin berguna untuk statistik, tetapi tidak praktis
untuk diterapkan akan lebih bermanfaat dengan sertifikasi. Untuk sertifikasi,
inisiatif harus lahir dari sektor industri dan untuk bidang teknologi informasi
sebaiknya berfokus pada model SRIG-PS (Special Regional Interest Group on
Profesional Standardisation).
Sertikasi pada model SRIG-PS berbeda dengan badan lain
seperti IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Sertifikasi
pada model SRIG-PS adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi
kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi.
Sedangkan sertifikasi IEEE adalah suatu jaminan tertulis, yang merupakan suatu
demonstrasi formal yang merupakan konfirmasi dan merupakan suatu sistem atau
komponen dari suatu persyaratan tertentu dan diterima untuk keperluan operasi.
Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk :
· Membentuk tenaga
praktisi TI yang berkualitas tinggi,
· Membentuk standar
kerja TI yang tinggi,
· Pengembangan
profesional yang berkesinambungan. Sedangkan bagi tenaga TI profesional
tersebut
· Sertifikasi ini
merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji),
· Perencanaan karir
· Profesional
development
· Meningkatkan
international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI
tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional, perusahaan akan mengakui
keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.
SERTIFIKASI NASIONAL & INTERNASIONAL
Pada dasarnya ada 2 jenis seritfikasi yang umum
dikenal di masyarakat, yaitu:
1. Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi)
yang memberikan gelar, Sarjana, Master dll
2. Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan
berdasarkan keahlian tertentu unutk profesi tertentu.
Sayangnya sertifikasi akademik sulit memiliki
implementasi langusng dalam industri ICT. Disebabkan karena kecepatan perubahan
serta standardisasi antara Universitas. Di samping itu tujuan universitas
memang berbeda dengan tujuan industri. Universitas bertujuan untuk memberikan
pengetahuan dasar bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi
tertentu yang dibutuhkan oleh industri. Spesialisasi yang terlalu sempit juga
tidak cocok untuk pengembangan universitas. Sedangkan sertifikasi profesional
pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :
1. Dikembangkan oleh
Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian
Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation
(SEARCC) etc
2. Dikeluarkan oleh
Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration
Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
3. Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by
Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill
yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat
berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.
Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat
bergantung pada produk vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu
strategi pemasaran pada suatu perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan
sertifikasi tersebut, maka perusahaan tersebut dapat menjamin kepada kustomer
mereka bahwa tersedia cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi
produk tersebut). Pada kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor
ini sangat populer. Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki
sertifikasi vendor ini maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.
SERTIFIKASI
NASIONAL
1.
Sertifikasi Software
2.
Sertifikasi Database Development
3.
Setifikasi Administration
4.
Sertifikasi Maintenance
5.
Sertifikasi Management
6.
Sertifikasi Audit
SERTIFIKASI INTERNASIONAL
2.
Sertifikasi Database Development
6.
Sertifikasi Audit
Perkembangan teknologi telah merubah bagaimana
cara kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu
pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat
memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang
kehidupan.
Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi
hampir di seluruh aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang
tidak lagi asing bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang
pekerjaan menggunakan komputer untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya.
Disisi lain kita menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu alat
penting dalam peradaban manusia khususnya pada era globalisasi sekarang ini.
Manfaat komputer sangat banyak dan beraneka
ragam. Pemanfaatan komputer secara bijak akan sangat membantu pada bidang
pekerjaan tersebut. Manfaat penggunaan komputer tidak hanya dirasakan oleh para
penggunanya tetapi juga akan dirasakan oleh organisasi atau perusahaan di
tempat orang tersebut bekerja. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dengan
adanya perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
Pada kesempatan ini, akan membahas mengenai
sejarah awal dari teknologi informasi dan penggunaan komputer khususnya pada
bidang kesehatan. Akan sangat di sayangkan jika perkembangan di dunia medis
tidak di kembangkan dengan baik, karena secara otomatis dunia kesehatan akan
tertinggal jauh dengan bidang lainnya, dimana dijaman sekarang setiap bidang
pasti menggunakan komputer untuk membantu beradaptasi dengan teknologi yang
semakin berkembang.
TREND PRODUK PERBANKAN
Semakin
majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi
berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya
melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang
disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih
mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang
sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah
banyak diterapkan bank.
Dalam
dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan
mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam
proses inovasi produk dan jasa seperti :
·
Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via
teller.
·
Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash
secara 24 jam.
·
Penggunaan Database di bank – bank.
·
Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat
Bank.
Dengan
adanya jaringan computer hubungan atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih
hemat, efisien dan cepat. Contohnya : email, teleconference. Sedangkan di rumah
dapat berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting),
dan sebagai hiburan dapat digunakan untuk bermain game online, sharing file.
Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubung dengan
internet melalui satu jaringan. Contohnya seperti di warnet atau rumah yang
memiliki banyak kamar dan terdapat setiap komputer di dalamnya.
Pada
dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan
mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam
proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction
(e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan
bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual
menjadi pelayanan transaksi yang berdasarkan teknologi.
KRITERIA
PEMILIHAN TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK PERBANKAN
Lembaga
keuangan di Indonesia, termasuk bank, sudah lebih cepat dan intensif dibandingkan
sector atau jenis industri lainnya dalam menerapkan teknologi computer dalam
memberikan pelayanannya ke nasabah. Jasa-jas ini meliputi pembayaran
komputerisasi (pemindahan dana melalui computer dengan fasilitas jaringan
komunikasi datanya); jasa penyetoran dan pengambilan dana secara otomatis
melalui ATM atau berbagai jenis kartu plastic; homebanking dan internet banking
serta fasilitas pelayanan lainnya. Beberapa contoh jenis teknologi computer
tersebut diantaranya mesin Automated Teller Machine (ATM), berbagai jenis kartu
kredit, Point of sales (POS), electronic fund transfer system, dan otomatisasi
kliring.
Fungsi
teknologi informasi (TI) telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat pada
decade terakhir ini. Fungsi TI yang semakin khusus mendorong setiap bank untuk
membentuk bagian, departemen, atau unit kerja khusus tersendiri. Walaupun
struktur tersebut tergantung pada berbagai factor misalnya skla bisnis dan
beban kerja, tetapi unit kerja tersebut mencerminkan 2 aspek kegiatan yaitu
aspek pengembangan teknologi dan aspek operasionalnya.
Fasilitas
pengolahan data yang tersedia di bank saat ini merupakan hasil kemajuan
teknologi dan kebutuhan untuk menjalankan operasi secara sistematis dan baik
sesuai dengan aliran masuk dan keluar dana bank. Fasilitas tersebut berfungsi
untuk menangani, memilih, menghitung, menyusun, melaporkan, dan mengirimkan
informasi. Jadi penggunaan TI di bank dimaksud adalah untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi pengelolaan data kegiatan usaha perbankan sehingga
dapat memberikan hasil yang akurat, benar, tepat waktu, dan dapat menjamin
kerahasiaan informasi (sesuai peraturan Bank Indonesia).
Fungsi
TSI yang tepat tidak terlepas dari criteria pemilihan jenis teknologi yang akan
digunakan oleh bank. Sistem aplikasi computer yang digunakan di bidang
perbankan harus bisa mengakomodasikan semua kebutuhan bank dan sesuai dengan
ketentuan otoritas moneter (salam hal ini adalah Bank Indonesia). Hal ini
memerlukan pemilihan software computer mengingat jenis software yang ada dan ditawarkan
di pasar relative banyak. Secara umum pemilihan ini berdasarkan kesesuaian
antara kapasita bank dengan fasilitas atau kemampuan software yang akan dipilih
sehingga investasi yang telah dikeluarkan benar-benar efektif dan memberikan
nilai tambah terhadap bank.
Sebagai
contoh, Bank yang kapasitasnya relative kecil, misalnya Bank Perkreditan Rakyat
atau BPR kurang relevan bila menggunakan system aplikasi computer yang
menyediakan fasilitas transaksi dalam valuta asing atau pengelolaan giro. Hal
ini menginbgat bahwa BPR tidak boleh melakukan transaksi dalam valuta asing dan
tidak ikut dalam lalu lintas pembayaran giral. Penggunaan software tersebut
menjadi tidak efisien dan biaya investasinya lebih besar dibandingkan dengan
nilai tambah yang dihasilkannya.
Kriteria
pemilihan software computer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank
secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:
1.
Kemampuan dokumentasi
atau Penyimpanan Data
Jenis dan klasifikasi
data bank yang relative banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan
digunakan, termasuk pertimbangan segi keamanan datanya. Jumlah nasabah serta
frekuensi dan jumlah transaksi harian yang besar memerlukan memory computer
yang besar, selain memerlukan kecepatan prosesor yang tinggi juga. Sebagai
contoh BPR kurang efisien jika menggunakan mesin besar, misalnya AS/400 dalm
operasionalnya karena kapasitas dan cakupan geografis BPR biasanya relative
kecil.
2.
Keluwesan (Flexibility)
Operasional bank selalu
berkembang dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan mungkin bertambah di kemudian
hari walaupun informasi dasarnya tetap sama. Kondisi ini harus bisa
diantisipasi oleh perangkat lunak computer sampai batas-batas tertentu. Setiap
bank mempunyai system dan prosedur yang mungkin berbeda meskipun data atau
informasi dasar yang diolahnya sama. Perangkat lunak computer yang fleksibel
dapat digunakan oleh dua bank yang kapasitasnya sama tetapi system dan
prosedurnya berbeda.
3.
Sistem Keamanan
Sebagai lembaga
kepercayaan masyarakat (agent of trusth), bank memerlukan system keamanan yang
handal untuk menjaga kerahasiaan data atau keuangan nasabah; serta mencegah
penyalahgunaan data atau keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Software computer perbankan yang baik harus menyediakan fasilitas pengendalian
dan pengamanan tersebut.
4.
Kemudahan penggunaan
(user friendly)
Pengertian mudah
dioperasikan bukan berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software
tersebut tetapi petugas yang memang mempunyai kewenangan mudah mengoperasikan
proses yang menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses, dan output yang
dilakukan pada software tersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan
perbankan secara keseluruhan. System aplikasi computer yang baik bahkan dapat
mendeteksi kesalahan pengoperasian yaitu dengan memberikan error message dan
memberikan petunjuk pemecahan masalahnya.
5.
Sistem Pelaporan
(Reporting system)
Data atau informasi yang
dibutuhkan harus bisa disajikan dalam bentuk yang jelas dan mudah dimengerti.
Bank memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan jelas tersebut terutama dalam
proses pemeriksaan (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh
pihak-pihak yang berkempentingan dengan harapan keuangan setiap bank menjadi
lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
6.
Aspek Pemeliharaan
Kinerja software
perbankan diharapkan relative stabil selama bank beroperasi. Kondisi ini
memerlukan aspek pemeliharaaan yang baik, dalam arti secara teknis tidak sulit
dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang relative mahal. Pemeliharaan ini
juga menyangkut pergantian atau perbaikan teknis peralatan dan modifikasi atau
pengembangan software.
7.
Source Code
Software perbankan
biasanya merupakan program paket yang sudah di-compile sehingga menjadi
excecutable file. File program tersebut relative tidak bisa dirubah atau
dimodifikasi seandainya bank menginginkan perubahan atau fasilitas tambahan
dari software tersebut. Kondisi ini bisa diatasi jika pihak bank mempunyai dan
memahami software tersevut dalam bentuk bahasa pemrograman aslinya atau source
code.
8.
Struktur informasi dan
hubungan antar sub sistem aplikasi bank
Hubungan antar sub
sistem aplikasi pada operasional bank. Konsep front office yang lebih mendekati
sisi nasabah dan konsep back office yang lebih mendekati sisi bank sebagai
lembaga keungan yang harus mencatat, mendokumentasikan, dan atau
mempublikasikan informasi keuangan, menyebabkan system aplikasi perbankan
terdiri dari sub-sub system yang saling berkaitan sesuai dengan tahap-tahap
pemrosesan dan jenis-jenis data keuangan.
TREND
PRODUK SISTEM INFORMASI PERBANKAN
Saat
ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1.
Tabungan
2.
Deposito
3.
Giro
4.
Kartu Debit
5.
Kartu Kredit
6.
Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
TREND
TRANSAKSI
Jenis
transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang
memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang
berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai
gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai
fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan
jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata
821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian
ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim
dilakukan meliputi:
·
Mengecek saldo
·
Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
·
Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
·
Pembukaan dan pengecekan L/C
LAYANAN ONLINE BANKING
Seperti
ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin
lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi
bisnis dan kegiatan non-bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.
Dipicu
oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software
dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan
nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan
layanan On-line banking.
Saat
ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan
Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan
transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis
on-line seperti:
· Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai
antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
· Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne,
BankNow)
· Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang
tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.
Kesemua software bantuan
tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang
dimiliki oleh setiap Bank.
KETERSEDIAAN
TEKNOLOGI DAN DAMPAKNYA

Perkembangan
teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu
oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi
Telematika.
Paradigma
diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri
perbankan. Tuntutan keragaman,kemudahan, kecepatan dan harga
jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi
sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi
serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati
ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan
pertumbuhan bisnisnya.
E-COMMERCE
Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas
Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung
tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan
transaksi bisnis. Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:
1.
Business to
Business
B2B adalah aktivitas transaksi bisnis secara
elektronik antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya.B2B berkaitan
dengan permintaan dan pengiriman proposal bisnis.B2B menggunakan sebuah metode
pertukaran dokumen bisnis antar perusahaan dengan menggunakan aplikasi komputer
dengan format standar yang telah disepakati yang disebut EDI ( Electronic Data
Interchange ).
2. Business to Customers
B2C merupakan aktivitas
e-business yang dilakukan produsen kepada konsumen dengan menggunakan media
elektronik secara langsung.B2C membuat konsumen dapat melakukan pemesanan
secara langsung karena produsen sudah mencantumkan harga-harga produk yang
dijual.Electronic cash dan secure payment system merupakan contoh nyata aktivitas
B2C.
Agar keduabelah pihak dapat bertransaksi secara langsung,
terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
1.
Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai,
Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing
Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)
2.
On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan
secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order
terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment). Fasilitas ini menggantikan proses
dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C
sampai monitoring kelengkapan dokumennya.
E-GOVERNMENT
Sistem
informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk
meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah.
Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.
E-RESOURCE
Suatu
bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi
Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan,
dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet
tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil
dan tatacara pembayarannya. Pendapatan bagi hasil dengan investor yang
mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.
Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis, menghubungi telepon tradisional dengan biaya (skypeOut), menerima panggilan dari telepon tradisional (SkypeIn), dan menerima pesan suara [1] . Teknologi skype ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, orang yang sama yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada seperti SIP, IAX, dan H.323. Grup Skype yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose, California, A.S.
Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan perangkat lunaknya, jasa yang ditawarkan pun menjadi beragam mulai dari penggunaan gratis maupun berbayar.
Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006 Skype memiliki 100 juta pengguna.
Keunggulan
- Komunikasi global dan lokal yang lebih ekonomis melalui suara atau konferensi video. Sebagai ilustrasi pada tahun 2007 perbandingan menelpon ke Amerika dari Indonesia adalah Rp.6,640,-/ menit [2] sedangkan dengan menggunakan skype, aktivitas ini didapatkan gratis (untuk sesama pengguna skype) dan berbayar bila skype digunakan untuk menelpon ke pesawat telepon genggam: Rp. 1,593/ menit atau pesawat telepon rumah: Rp. 423/ menit [3]. Komunikasi menjadi lebih murah dan terjangkau. Konferensi bisa dilangsungkan antar pengguna (dua orang) sampai dengan lima pengguna sekaligus.
- Penggunaannya yang mudah. Untuk pengguna yang telah biasa menggunakan pengirim-penerima pesan instan internet, perangkat lunak skype akan dirasakan mudah. Pengguna hanya diharuskan untuk memiliki komputer dengan spesifikasi teknis tertentu, headset (yang memiliki mike dan speaker), serta sambungan internet.
- Kualitas suara yang lebih baik dibandingakan VoIP pendahulunya. Kegunaan dasar pembicaraan telepon melalui komputer di mana pun pengguna berada (dengan koneksi internet) secara gratis.
Kualitas suara yang lebih baik
Dalam hal kualitas suara yang lebih baik, hal ini mungkin terjadi karena tim kerja Skype telah berhasil mengontrol sumberdaya- sumberdaya yang tersedia pada jaringan. Sehingga meningkatkan keberhasilan panggilan dan kualitas pada jaringan Skype melebihi tingkat POTS (Plain Old Telephony System: Sistem Telepon Tua Biasa) tanpa menggunakan pemusatan sumberdaya yang mahal. Dengan menyederhanakan perangkat lunaknya, sistem ini memungkinkan pengaplikasian yang mudah oleh siapapun.
Traversal Firewall dan NAT (Network Address Translation)
Klien-klien yang tidak menggunakan firewall dan klien-klien yang sudah berada pada alamat-alamat IP publik yang terarah dapat membantu “ujung-penghubung” dari NAT berkomunikasi dengan mengarahkan panggilan. Hal ini memungkinkan dua klien yang awalnya tidak bisa berkomunikasi untuk berbicara satu sama lainnya, karena sinyal panggilan di terjemahkan pada pengguna akhir yang satu dan pengguna akhir lainnya, sehingga kekhawatiran akan risiko keamanan atau privasi dapat diatasi. Bersamaan dengan hal ini, hanya proxi-proxi yang memiliki “jatah” berlebih yang dipilih sehingga performa pada penggunanya tidak terganggu. Beberapa teknik baru telah dikembangkan untuk menghindari konfigurasi firewall dan gateway pada pengguna akhir, di mana setting konfigurasi yang tidak sensitif biasanya menghambat mayoritas pengguna dalam berkomunikasi. Singkatnya, Skype bekerja di belakang mayoritas firewall dan gateway tanpa menggunakan konfigurasi khusus.
Data dan Alat Pencari Pengguna Global Terdesentralisasi
Kebanyakan dari pengirim-penerima pesan instan (Instant Messenger) atau perangkat lunak komunikasi memerlukan bentuk data pencari terpusat yang bertujuan agar hubungan antar pengguna akhir berhasil dilakukan, di mana para pengguna akhir ini memiliki nama pengguna statis karena alamat IP-nya cenderung berubah. Perubahan ini terjadi saat pengguna berpindah lokasi atau mencoba menghubungkan diri kembali ke dalam jaringan dengan menggunakan alamat IP dinamis. Kebanyakan dari alat komunikasi yang berbasiskan internet, mencari dan menemukan penggunanya menggunakan sentral informasi (central directory) di mana setiap nama pengguna dan nomor IPnya tercatat dan mencari tahu apakah setiap pengguna sedang dalam jaringan (online) atau tidak. Sentral informasi ini amatlah besar biayanya ketika penggunanya bertambah hingga jutaan, dengan mendesentralisasikan infrastruktur yang memakan banyak sumberdaya ini, skype berhasil memfokuskan sumber dayanya untuk mengembangkan fungsi. Teknologi jaringan P2P yang digunakan oleh aplikasi “berbagi berkas” (file-sharing) sebenarnya hampir cocok untuk digunakan pada jaringan desentralisasi yang digunakan oleh skype, namun jaringan-jaringan ini secara alamiah telah terbagi-bagi. Pencarian tidak dapat menghubungkan seluruh “ujung” yang terdapat di jaringan. Sehingga untuk dapat berkomunikasi dengan kualitas telepon yang baik dengan biaya serendah mungkin, diperlukan pengembangan generasi ketiga dari teknologi P2P (“3G P2P”) atau dikenal juga dengan Indeks Global (Global Index) disingkat IG – hal ini membuktikan sekali lagi pergeseran paradigma pada istilah “jaringan yang mungkin” . Teknologi IG adalah jaringan berlapis-lapis di mana antara penghubung-super (supernones) saling berkomunikasi dengan cara tertentu sehingga setiap penghubung dalam jaringan memiliki pengetahuan penuh akan setiap pengguna yang ada dan sumberdaya yang digunakannya dalam selubung (jeda panggilan) seminimal mungkin.
Pengarah lalulintas yang pintar (intelligent routing)
Dengan menggunakan seluruh sumberdaya yang ada, Skype mampu mengarahkan dengan pintar panggilan panggilan yang terkode melalui seluruh jalur efektif yang mungkin dilalui. Skype bahkan memastikan berbagai jalur-jalur penghubung tetap terbuka dan secara dinamis berpindah memilih jalur yang terbaik pada saat itu. Hal ini membuat Skype langsung menjadi perhatian orang karena dampaknya dalam mengurangi jeda sambungan dan peningkatan kualitas panggilan dalam jaringan.
Keamanan
Setiap panggilan dan pesan instan dikodekan oleh Skype pada ujung satu dan lainnya untuk melindungi privasi pengguna. Pengkodean ini perlu karena seluruh panggilan/ pertukaran informasi disalurkan menggunakan fasilitas Internet untuk publik.
Mudah digunakan
Dengan perangkat yang mudah digunakan dan bukan mempersulit pengguna, skype dibuat sesederhana mungkin – semua orang yang dapat menggunakan aplikasi Windows dan telepon karena perangkat lunak ini dapat bekerja dengan baik dengan sistem operasi komputer saku (pocket PC), Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Pocket PC, Mac OS X and Linux .
Kekurangan
- Penipuan. Layaknya seluruh hubungan yang dilakukan melalui internet, skype juga memiliki masalah yang sama dengan registrasi identitas penggunanya. Registrasi dapat dilakukan tanpa menyerahkan identitas diri yang sah sehingga sebagai pengguna kita dapat memilih untuk tidak menggunakan nama asli dan di pihak yang sama kita berisiko untuk berkenalan dengan orang tanpa tahu identitasnya. Hal ini rentan terhadap penipuan dan kejahatan-kejahatan lainnya.
- Kapasitas yang besar. Skype memakan 23MB kapasitas harddisk ketika dipasang, dibandingkan dengan pengirim pesan instan lainnya seperti Yahoo Messenger yang memakan kapasitas lebih kecil sekitar 10-15 MB.
- Terhalang oleh waktu dan kesediaan orang yang memanggil dan yang dipanggil. Penggunaan skype dengan metode suara harus dilakukan dengan rencana sebelumnya seperti membuat janji dengan orang yang dituju, karena apabila orang yang dituju tidak siap (terhalang oleh perbedaan waktu atau kesulitan sambungan Internet) maka niat untuk melakukan komunikasi langsung melalui suara bisa jadi sia-sia.
- Tidak ada panggilan darurat dengan Skype. Skype tidak dapat digunakan untuk panggilan darurat.
Sejarah
- 23 April 2003 Nama domain Skype.com dan Skype.net didaftar
- 29 Agustus 2003 Versi beta publik pertama dikeluarkan
- 15 Juni 2004 Rilis beta versi 0.98.0.28
- 27 Juni 2004 Credit SkypeOut dapat dibeli untuk pertama kalinya melalui situs web Skype
- 27 Juli 2004 Rilis versi 1.0 untuk Windows
- 20 Oktober 2004 Pertama kalinya 1 juta pengguna Skype online bersamaan
- 14 Februari 2005 Pertama kalinya 2 juta secara online
- 10 Maret 2005 SkypeIn Public Beta dimulai
- 11 Maret 2005 Software telah didownload 84 juta kali dan 5.98 miliar menit bicara
- 15 April 2005 Didownload lebih dari 100 juta kali
- 18 Mei 2005 Tiga juta pengguna Skype online bersamaan
- 12 September 2005 Skype diakusisi situs lelang online, eBay.
DAFTAR PUSTAKA
https://nicklascrj.blogspot.co.id/2016/09/profesi-dalam-sistem-informasi-beserta.html
https://arisandi21.wordpress.com/2012/12/04/pengertian-profesionalisme-ciri-ciri-profesionalisme/
http://sennadharmawansyah.blogspot.co.id/2015/06/standar-profesi-di-indonesia-dan.html
http://adenugraha90.blogspot.co.id/2016/04/contoh-sertifikasi-nasional-dan.html
http://galihandikamp.blogspot.co.id/2016/12/trend-sistem-teknologi-informasi-saat.html
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/05/04/perkembangan-teknologi-komputer-di-perbankan/
https://blog.ub.ac.id/kristianabel/2013/10/14/pengertian-b2bb2cc2cc2bb2g-dan-g2c/
http://rocketmanajemen.com/definisi-sosial-media/



0 komentar :
Posting Komentar